Sabtu, 19 Januari 2013

BROKEN HOME



Terkubur dalam sepi
tenggelam dalam mimpi
duduk  di tepi pojok  kamar
menari dalam akal
tak  kuasa menahan beratnya  terjangan ombak  kehidupan

ke-tidak manpuan memborgol tangan-tangan dalam jiwanya
sembari bertanya “ kenapa mereka begitu keras ?”
 ia begitu bingung dan resah  melihat se-ekor induk burung camar yang sedang memarahi anaknya
 “ mengapa harus begitu? apa tidak ada cara lain ?” terselip dalam benaknya sambil mensngis “ 
kasihanilah !
tahukah kalian mereka cuman camar kecil yang butuh kasih sayang dan perhatianmu “.
”apa kalian tidak mrasakan betapa teriris jiwanya oleh tajamnya pedang colotehmu”
Betapa sedih remuk hati dan jiwanya
hanya butuh waktu dan kesabaran
Tapi mengapa kau selalu, selalu, dan selalu
memojokan jiwa dalam penjara keterpaksaan
mengertilah bahwa sentuhan halusmulah yang sebenarnya mereka ingin
dan do’a mu sebuah sumber kegelapan dalam jiwaya
menjadi pelita dalam setiap perjalanannya

Q LETIH MENULIS INI

Menatap dinding rumah dan melirik kekanan dan kekiri tenggelam dalam mimpi termenung dalam letih "kamu ini mau jadi apa? kalau kerjanya cuman males-malesan, bisanya cuman nyusain aja" celoteh orang bijak
ia terdiam hatinya teramat sakit, jantungnya berdebar dengan kencang seakan
terasa mau berhenti, pikirannya melayang tak ada arah dan tujuan, ia coba tatap menggerakan pena sampai ia merasa organ tubuh  mulai lelah, semua benar-benar terhenti dan hilanglah semuanya tenggelam dalam kematian sesaat.
angin terhembus dari cendela, alunan musik yang terkenal sajak-sajaknya yg indah terdengar dari sebuah multimedia mencooba mendorong dia bangun dalam kehidupan nyata.

Dia terbangun & terdiam menatap sebuah pintu dengan corak ala pekalongan, diapun coba mengambil rokok amatir yang dibelinya dari warung kopi biasa dia nongkrong.
eeef fuuuuu! suara angin yang keluar dari mulut yang sedang menghisap rokok, sambil membawa mengambil pena dia pun mulai melanutkan gerak kompak tangan dengan pena dalam lautan kertas.

15 menit telah berlalu namun suasana begitu berbeda  "Tak tak tak tak tak! " suara pena yang dia buang. suasana begitu kacau dalam dirinya dia begitu sedih dan mengangis dalam kesedihannya.

Dia pun berucap " ya Allah jika ini membuatku lebih dekat denganmu sungguh aku begitu beruntung dan bahagia dan jika ini membuatku malah lebih jauh darimu maka cabutlah semua ini . ya Allah ampunilah ! aku hanya ciptaan yang tak bisa apa-apa, tidak lebih dari apapun darimu, engkaulah pemilik segalanya dan pemberi yang sempurna yang tak ada bandingngannya, engkaulah ! maka semua ini ada .

Dia menangis,sedih, susah, hatinya hancur semua bercampur jadi satu " Ya Allah turunkanlah adzabmu jika itulah yang membuatku semakin dekat denganmu, engkaulah cintaku hanya ada didekatmulah aku bisa hidup

Ya tawwab ya rahman ya rahim lakhaula wa lakuata illa billahil aliyyil adhim antat tawwaburrahim hasbiyallahu lailaahaillahu alaihi tawakkaltu  wa hua rabbul arsyil adhim ya rabbal alamin.

Kamis, 10 Januari 2013

FENOMENA MALAM

gerimis kecil membasai jalan
malam dengan jantannya teriak "woi dimana kau bulan
dengan congkaknya mendung lontarkan kata
"waktu berlalu kini giliranku tuk tunjukkan jati diriku

 waktu pun berlalu suara angin terdengar semu
kelap kelip pesawat yg sedang tugas tak mau kalah dengan keindahan cahaya bintang

alunan orkesata katak dan jangkrik lengkapi hitamnya malam
"lari..!lari..! kabar berita terlontar dari tikus dalam suasana mencekam
lihat lah dirimu yang semakin pudar tenggelam dalam gelapnya waktu