BROKEN HOME
Terkubur dalam sepi
tenggelam dalam mimpi
duduk di tepi pojok kamar
menari dalam akal
tak kuasa menahan
beratnya terjangan ombak kehidupan
sembari bertanya “ kenapa mereka begitu keras ?”
ia begitu bingung dan resah melihat se-ekor induk burung camar yang sedang memarahi anaknya
“ mengapa harus
begitu? apa tidak ada cara lain ?” terselip dalam benaknya sambil mensngis “
kasihanilah !
tahukah kalian mereka cuman camar kecil yang butuh kasih
sayang dan perhatianmu “.
”apa kalian tidak mrasakan betapa teriris jiwanya oleh
tajamnya pedang colotehmu”
Betapa sedih remuk hati dan jiwanya
hanya butuh waktu dan kesabaran
Tapi mengapa kau selalu, selalu, dan selalu
memojokan jiwa dalam penjara keterpaksaan
mengertilah bahwa sentuhan halusmulah yang sebenarnya mereka
ingin
dan do’a mu sebuah sumber kegelapan dalam jiwaya
menjadi pelita dalam setiap perjalanannya